Friday, 8 July 2011

Enam Jam Kehidupan

Enam Jam Kehidupan


Sepasang suami istri hidup bahagia. Sejak 10
tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam
kegiatan untuk menentang aborsi, karena menurut
pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang
bayi. Setelah bertahun-tahun berumah-tangga,
akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan
tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan
kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2,
dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut
bersukacita dengan

mereka.

Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang
buruk terjadi.

Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya,
seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi bayi
perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin
tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan
kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi
laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan
aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2

nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik.
Baik sang suami maupun sang istri mengalami
depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak
menggugurkan bayi perempuannya (membunuh
bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan
bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan
keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata
sang ibu di sela

tangisannya.

Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan
moral kepada pasangan tersebut, dengan
mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.
Ketika sang istri semakin mendekatkan diri
dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan
pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini.

Pasangan ini berusaha keras untuk
menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di
internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan
banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak
tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang
mereka temukan adalah bahwa mereka tidak
sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga
mengalami situasi yang sama, dimana bayi
mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga
menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu
bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh
donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang
yang sangat langka. Siapa yang mau
mendonorkan organ bayinya ke orang lain ?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan
ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka
terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya,
mereka memohon keajaiban supaya bayinya
sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka
seharusnya memohon agar diberikan kekuatan
untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena
mereka yakin Tuhan

punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa
Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak
akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri
kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika
sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka
akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang
sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang
menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan
ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam
posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan
tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini
bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg
akan

terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil
melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada
momen yang sangat berharga tersebut, sang
suami menggendong Anne dengan sangat hati-
hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum
dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak
akan pernah terlupakan dalam

hidupnya.

Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu
menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada
saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka
sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak
mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia melihat
Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka,
mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan
berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak
ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan
tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang
terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari
jiwa mereka yang terluka..

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat
famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne.
Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup
setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan
yang lebih banyak bagi Keluarga tersebut untuk
saling berbagi kebahagiaan.

Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam
jam.....

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan
prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa
minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa
donor tsb berhasil. Pasangan tersebut sekarang
sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne
hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil
menyelamatkan nyawa saudaranya. Bagi
pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka,
dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati
mereka

selamanya...

Sumber : Gifts From The Heart for Women Karen
Kingsbury

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Komentarnya Gan ^_^
Jangan SPAM Ya