Friday, 8 July 2011

Gengsi

Subject: Gengsi

GENGSI (WAQAHAH)

Waqahah adalah menjauhi suatu aturan agama dengan tidak mau
melakukannya karena mengkhawatirkan harga dari atau
martabatnya jatuh. Misalnya, jika seorang Muslimah merasa
malu mengenakan busana muslimatnya kalau-kalau disebut
wanita yang kurang bergaul. Contoh lain, seseorang yang hidup
di sekitar masyarakat glamour merasa malu jika dia memakai
tata cara bermasyarakat menurut sunah Rasul, seperti meng-
ucapkan Assalamu'alaikum setiap bertemu, dan menghiasai
rumah dengan kalimat-kalimat Al-Qur'an, bersikap hormat dan
sopan, atau selalu mentaati perintah agama. Begitu juga se-
baliknya, jika merasa bangga dengan pelanggaran terhadap
aturan Islam.

Penyakit hati waqahah ini dapat juga terjadi jika seseorang
merasa malu berjalan dengan orang fakir, membantu
kesulitannya, atau melakukan pekerjaan yang dianggap rendah
oleh manusia.

Sikap seorang mukmin dalam mengaplikasikan rasa malu
seperti dalam kasus di atas merupakan penyakit hati yang
sangat tercela. Penyakit ini akan mengakibatkan kemaksiatan
yang cenderung kepada kekufuran. Karena, sifat itu biasanya
dibarengi keraguan terhadap kebenaran Islam dan pengagungan
terhadap jalan setan. Adapun rasa malu yang benar, dalam
Islam, disebut haya', suatu perasaan yang selalu menghiasi
orang-orang yang beriman. Rasulullah SAW bersabda,
"Rasa malu itu sebagian dari iman; dan iman itu menyebabkan
seseorang masuk surga. Kotor dalam ucapan sebagian dari
penyebab seseorang sia-sia; dan hidup sia-sia menyebabkan
masuk neraka" (H.R. Turmudi).

Karena rasa malu merupakan bagian dari iman, malu yang
sebenarnya hanyalah rasa malu oleh Allah, termasuk malunya
seseorang oleh sesama manusia yang didasarkan kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda,
"Kamu sekalian harus malu oleh Allah dengan sebenar-
benarnya."

Para sahabat berkata:
"Wahai Rasulullah, Alhamdulillah kami betul-betul malu
oleh Allah."

Rasul bersabda:
"Bukan seperti itu. Malu oleh Allah adalah kamu dapat
memelihara kepala dengan segala apa yang tercakupnya,
kamu dapat memelihara perut dan apa yang tercakup di
sekitarnya, kamu senantiasa mengingat mati dengan segala
akibatnya. Dan barangsiapa menginginkan kehidupan akhirat,
hendaklah dia meninggalkan perhiasan dunia dan menganggap
lebih penting (bekal) akhirat daripada (bekal) dunia.
Barang siapa sudah mengerjakan seperti itu, dia sudah
benar-benar malu oleh Allah. " (H.R. Turmudi).

Memelihara kepala agar tidak digunakan untuk bersujud,
memberikan hormat, dan mengagungkan selain Allah. Memelihara
semua anggota tubuh yang ada di kepala, khususnya dan
anggota tubuh pada umumnya mengandung arti menjaga mata dari
melihat yang haram, telinga dari mendengar yang maksiat,
lisan dari berkata dan makan sesuatu yang menimbulkan dosa,
perut dari makanan, minuman dan pakaian yang haram. Itulah
rasa malu terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Betapa Allah akan mencemoohkan dan mencela kita jika kita
tidak punya rasa malu. Diberi jiwa raga yang sempurna dengan
seluruh sarana dan fasilitas yang lengkap, anggota tubuh
kita malah digunakan untuk menentangnya. Itu berarti kita
berlaku waqahah kepada Allah.

Adapun rasa malu (haya') oleh sesama manusia adalah rasa
malu yang juga bermuara kepada Allah, yaitu rasa malu jika
seseorang melanggar hak sesama Muslim, menyinggung
kehormatannya, membuka aibnya, atau melanggar kode etik dan
akhlaqul karimah yang seharusnya diterapkan kepada sesama
Muslim.

****

__________________________________________________________________

60 Penyakit hati
Pengarang : Uwes Al-Qorni
Penerbit : PT Remaja Rosdakarya

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Komentarnya Gan ^_^
Jangan SPAM Ya