Saturday, 9 July 2011

Tahmid

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ba'da tahmid wa shalawat.

Keutamaan membaca Tahmid ketika berada di dalam suatu majlis.

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Ketika
salah seorang di antara kamu sedang duduk dalam suatu majlis ma-
ka jangan meninggalkan tempat sehingga di antara kalian membaca
kalimat berikut ini tiga kali : Subhanaka Allahumma wa bihamdika
asyhadu anlaa ilaaha illa Anta ighfirlii watub 'alaiya (Maha Suci
Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tu-
han kecuali Engkau, ampunilah aku dan terimalah taubatku)." Jika
dalam majlis itu terjadi kebaikan, maka lafadz di atas laksana
cap atau label kebaikan dalam majlis itu dan jika dalam majlis
itu terjadi perbuatan main-main yang tidak ada gunanya maka la-
fadz yang demikian itu dapat menghapus dosa orang yang berada
dalam majlis itu.

Wallahu a'lam bishawwab.

Sebuah kisah sebagai tambahan :

Kisah Abu Yazid Al-Busthomi bersama seorang laki-laki yang diduga
fasik -->

Abu Yazid Al-Busthomi ra. suatu hari bermunajat pada Allah SWT se-
hingga hatinya menjadi lembut dan halus dan pikirannya menerawang
sampai ke Arsy. Yazid ra. berkata dalam hatinya, "Ini adalah tempat
Muhammad SAW, pemimpin para utusan, barangkali aku akan menjadi te-
tangga dekat beliau di dalam surga." Ketika Yazid ra. sadar dari la-
munannya, maka samar-samar beliau mendengar namanya dipanggil, "Orang
yang berkata bahwa sesungguhnya hamba Allah yang bernama si Polan
adalah orang tua yang menjadi pemuka di daerah tertentu, orang tua
itu akan menjadi tetanggamu di dalam surga."

Akhirnya Yazid ra. pergi untuk mencari orang tua itu sampai dia ber-
hasil melihat wajahnya. Beliau telah berjalan sejauh 100 pal atau
lebih. Ketika Yazid ra. telah sampai ke negara itu, beliau bertanya
tentang seseorang yang berusia tua. Orang-orang di sana menjawab,
"Mengapa engkau menanyakan tentang orang fasik yang suka minum kha-
mer, sedangkan engkau seorang laki-laki yang digolongkan sebagai
orang saleh?" Ketika Abu Yazid ra. mendengar ucapan demikian, beli-
au menyesal dan prihatin. Yazid ra. berkata dalam hati, "Mungkin su-
ara tempo hari berasal dari setan."

Ketika Yazid ra. hendak kembali ke rumahnya, beliau berfikir dan ber-
kata, "Aku sudah datang ke tempat ini tetapi aku belum melihat wajah-
nya si Polan, mengapa aku harus kembali? Di mana rumah orang itu dan
di mana tempat mangkalnya si polan?"

Orang-orang kemudian menceritakan kepadanya bahwa si Polan selalu si-
buk dengan minuman di suatu tempat khusus. Akhirnya Yazid ra. pergi
ke tempat yang dimaksudkan itu. Di sana Yazid ra. melihat 40 orang
lelaki berkumpul di tempat minum para peminum khamar, sedangkan si
Polan yang dimaksud sedang duduk di tengah-tengah mereka.

Ketika Yazid ra. melihat kenyataan ini, serta merta dia kembali de-
ngan berputus asa. Tiba-tiba si Polan memanggil, "Hai Abu Yazid, wa-
hai ketuanya orang-orang Islam, mengapa tuan tidak ke dalam rumah,
bukankah engkau datang dari tempat yang jauh yang penuh dengan kesu-
litan dan rintangan hanya untuk menemuiku yang kelak akan menjadi
tetanggamu di dalam surga. Saat ini engkau telah menemukannya, teta-
pi mengapa secepatnya akan kembali tanpa mengucapkan salam, tanpa
bicara dan tanpa bertamu?"

Abu Yazid ra. bingung dan terheran-heran, dan berkata dalam hatinya,
"Kedatanganku adalah rahasia, bagaimana mungkin mengetahui kedatang-
anku?" Si Polan berkata, "Wahai orang tua, tidak perlu engkau susah-
susah memikirkan dan tidak perlu keheranan, sebab Dzat yang menyuruh-
mu telah datang kepadaku dan memberitahukanku tentang kedatanganmu.
Wahai orang tua, masuklah dan duduklah bersamaku barang sesaat."

Lalu Abu Yazid ra. masuk dan duduk di samping si Polan. Beliau berta-
nya, "Wahai Polan, keadaan semacam apakah ini?" Polan berkata,"Tidak
termasuk keinginan seorang lelaki apabila masuk surga hanya sendirian.
Sesungguhnya mereka berjumpa 80 orang lelaki fasik. Aku telah bersung-
guh-sungguh demi menyadarkan mereka dan 40 orang di antaranya telah
bertaubat kembali ke jalan yang benar dengan meninggalkan kefasikan-
nya dan jadilah mereka sebagai teman-teman dan tetanggaku di dalam
surga. Oleh karena engkau telah datang, maka wajib bagimu bersungguh-
sungguh demi menyadarkan 40 orang dari mereka dan melarangnya dari
perbuatan seperti sekarang ini."

Ketika mereka mendengar pembicaraan ini dan mengenal bahwa orang yang
datang adalah Abu Yazid Al-Busthami rohmatullah alaih, mereka semua
bertaubat dan akhirnya mereka menjadi 82 orang lelaki yang akan men-
jadi teman-teman dan tetanggaku di surga.

Wassalamu'alaikum warahamatullahi wabarakatuh.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Komentarnya Gan ^_^
Jangan SPAM Ya